Rule of Thirds by Suarcani

rule-of-thirds-suarcani

Judul/Title: Rule of Thirds
Penulis/Author: Suarcani
Penyunting/Editor: Midya N. Santi
Penyelaras Aksara/ Proofreader: Mery Riansyah
Perancang Sampul/Cover Designer: Orkha Creative
Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020334752

Sinopsis/Synopsis:

Apalagi yang paling menyakitkan dalam pengkhianatan selain menjadi yang tidak terpilih?
Demi mengejar cinta Esa, Ladys meninggalkan karier sebagai fotografer fashion di Seoul dan pulang ke Bali. Pulau yang menyimpan kenangan buruk akan harum melati di masa lalu dan pada akhirnya menjadi tempat ia menangis.

Dias memendam banyak hal di balik sifat pendiamnya. Bakat terkekang dalam pekerjaannya sebagai asisten fotografer, luka dan kerinduan dari kebiasaannya memakan apel Fuji setiap hari, juga kemarahan atas cerita kelam tentang orang-orang yang meninggalkannya di masa lalu. Hingga dia bertemu Ladys dan berusaha percaya bahwa cinta akan selalu memaafkan.

Ini kisah tentang para juru foto yang mengejar mimpi dan cinta. Tentang pertemuan tak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia. Tentang pengkhianatan yang akhirnya memaksa mereka percaya bahwa hidup kadang tidak seindah foto yang terekam setelah mereka menekan tombol shutter .

What is more painful than betrayal besides being left behind?

In pursuit of love, Ladys left her career as a fashion photographer in Seoul and return to Bali. Island that once held bad memories of jasmine fragrant in the past and eventually became a place that made she cry.

Dias harbored a lot of things behind his silence. Unfettered talent in his work as a photographer’s assistant, hurt and longing behind his Fuji apple eating habits, as well as anger over people who left him in the past. Until he met Ladys and tried to believe that love will always forgive.

This is a story about the photographers who pursued a dream and love. About unexpected encounters that can change the way they view the world. About betrayal that eventually forced them to believe that life sometimes is not as beautiful as the taken photo after they press the shutter button.

wp-1475313218336.png

Review:

Bagaimana kamu mengetahui apakah seorang lelaki mencintaimu? Apakah diamnya pertanda dia sibuk atau dia justru menolakmu?

How do you know when a guy love you? Does his silence mean he is busy or he rejects you?

Ladys, karakter utama dari Rule of Thirds, membuat keputusan berani untuk pindah ke Bali dari Seoul agar dia bisa dekat dengan kekasihnya, Esa, dan untuk membuktikan kepada ayahnya, yang tidak lagi percaya pada cinta setelah bercerai dengan ibu Ladys, bahwa cinta sejati itu ada. Walapun ternyata keputusan tersebut berujung tidak mengenakan. Esa ternyata berselingkuh 

Ladys, the main character from Rule of Thirds, brave enough to move to Bali from Seoul so she gets closer to her lover, Esa and to prove her dad that true love is exist since her father no longer believes in love after he divorced from Lady’s mother. Though her decision lead to disaster. Esa cheat on her.

Seharusnya aku mengatakannya sejak awal, tapi aku nggak tega. Aku cuma bisa kasih sinyal ke kamu. Tapi kamunya juga gak ngerti, malah memutuskan pindah ke sini. Maaf, Dys”

 

“I should say from the beginning, but I did want to hurt you. I can only give signals to you and hoping you will understand but you did not. You decided to move here, instead. Sorry, Dys “

Demi menyembunyikan fakta bahwa Esa berselingkuh dan tidak membuat ayahnya khawatir, Ladys pun memutuskan tetap berada di Bali, membantu usaha Om-nya. Disana dia berkenalan dengan Dias, asisten fotografi.

For the sake of hiding the fact Esa’s affair and does not want make her father worry, Ladys decided to remain in Bali, helping her uncle businesses. Then she became acquainted with Dias, photography’s assistant.

Sayangnya, karakter lelakinya Dias, bukan tipe cowok favoritku. Dias ini pendiam dan dingin. Ladys ajak ngobrol tapi tidak juga ditanggapi. Sekalinya ngomong malah ceramah kalau teknik fotografi Ladys salah :O kalau aku jadi Ladys bakal kesel dan bingung ngadepinnya gimana. Atau mungkin aku akan menyodorkan buku/artikel cara menasehati orang dengan baik. Hehe
Untungnya Dias punya hobi dan mimpi di bidang fotograpi sehingga aku tidak terlalu membencinya. I love people who have passion and dream.

Unfortunately, Dias’s character is not my favorite type of guy. Dias is quiet and cool. He did not answer any’s Ladys question. Once he talk, he lectured Ladys that she use wrong photography technic. if I were Ladys, I’ll be angry  Or maybe I’ll gave him a book / article about how to advise people nicely. Hehe. Thanks God, Dias has hobbies and dreams in the photography so I did not hate his character much. I love people who have passion and dream.

Selebihnya, aku menyukai interaksi Ladys and Dias. Antusiasme mereka tentang fotografi membuatku menikmati percakapan mereka.

For the rest of the book, I liked the interaction between Ladys and Dias. Their enthusiasm about photography made me enjoy their conversation. 

“Bagi saya, foto adalah keajaiban”
“For me, the photograph is a miracle”

 

“Yang paling sering adalah kesan saya terhadap suatu tempat kadang berubah setelah melihat hasil fotonya. Tempat yang awalnya biasa, tidak begitu menarik, tiba-tiba saja, setelah difoto seperti punya dimensi lain yang menyedot saya ke sebuah dunia yang bisa mengaduk-aduk imajinasi. ….”
“The most common impression after seeing the photo result is my point of view changed. A first ordinary, not so attractive place, suddenly, after being photographed has another dimension that suck me into a world that could be churning imagination. …. “

 

“Saya merasa foto itu sebagai mata kedua, yang memberi saya pemahaman lain ketika mata sendiri tidak cukup mampu mengenali keindahan dunia secara langsung.
“I feel photography as the second eye, which gave me a different understanding when the eye itself is not enough to be able to recognize the beauty of the world directly.”

 

Aku merasa novel ini cocok dengan seleraku: narasi yang membuatku betah membaca dan terus membalikan halaman, alur yang cepat, tema realistis dan terasa dekat, karakter yang kuat dan terasa nyata, kombinasi humor dan romance yang pas.

I feel this novel fits my taste: page turner, fast paced plot, realistic and relatable, strong characters that feel real, not two-dimensional and perfect combination between humor and romance.

Aku salut bagaimana Suarcani mampu membuatku berempati dengan tindakan Ladys dan Dyas meski aku tidak setuju dengan tindakan mereka, salah satunya: bersedia memaafkan kekasih yang berselingkuh.

“Mereka orang dewasa yang terjebak dalam pilihan … Mereka harus memutuskan dan ke mana pun mereka melangkah, akan selalu ada orang yang menganggap pilihan mereka salah.”

I amazed how Suarcani able to make me empathize with the Ladys and Dyas’s actions though I do not agree with their actions, like: forgiving their cheating lover.

“They are adults who are stuck in a choice … They have to decide and wherever they are going, there will always be people who think they have chosen wrong choice.”

Aku menikmati membaca Rule of Thirds. Suka banget 😀  Jadi penasaran sama karya Suarcani yang lain. 😀

I enjoyed reading the Rule of Thirds. I am really like it 😀 Now, I am curious to Suarcani’s other works 😀

Rating: 5 of 5 stars

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s