Beauty and The Beast by Madame de Villeneuve

beauty and the beast qanitaJudul/Title: Beauty and The Beast/la Belle et La Bete
Penulis/Author: Madame de Villeneuve/Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve
Penerjemah/Translator: Andityas Prabantoro
Penyunting/Editor: Dyah Agustine
Proofreader: Emi Kusmiati
Ilustrasi Sampul/Cover Illustrator: Ina Wong
Desainer Sampul/Cover Designer: Dodi Rosadi
Cetakan/Edition: I, Februari 2017/1, February 2017
Penerbit/Publisher: Qanita

Sinopsis/Synopsis:
Gara-gara sang ayah mencuri setangkai mawar di pekarangan istana, Belle dikorbankan sebagai tawanan sang empunya mawar, yakni sesosok monster mengerikan bernama Beast. Segera saja Belle menyadari bahwa Beast hanyalah monster dalam penampilannya, sedangkan sikapnya amat sopan dan bermartabat.
Setelah beberapa hari menghabiskan waktu di istana yang suram dan sepi, Belle mulai bermimpi tentang seorang pangeran yang memohon pertolongannya. Belle yakin sang pangeran sama seperti dirinya, tawanan Beast, dan dia bertekad untuk menyelamatkan pemuda tersebut.

———-oOo———-

Kisah Beauty and the Beast telah terkenal di seantero Eropa sejak 400 tahun lalu. Ditulis oleh Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve dan dipublikasikan pada tahun 1740. Sejak saat itu, kisah ini telah berulang kali diadaptasi menjadi berbagai pertunjukan opera, serial televisi, dan film layar lebar. Salah satu versi film yang paling terkenal adalah animasi produksi Walt Disney pada tahun 1991. Pada tahun 2017 ini, Walt Disney akan merilis versi live-action-nya, dibintangi oleh Emma Watson, Dan Stevens, dan Luke Evans.

Generations of readers have been bewitched by the epic love story of a beautiful young girl imprisoned in the magical castle of a monstrous beast. Now, the classic fairy tale is brought to life in this spectacular edition  by Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve in 1740.

Disney’s live-action movie musical version of Beauty and the Beast, directed by Bill Condon (Twilight: Breaking Dawn, Dreamgirls), stars Harry Potter alumna Emma Watson as Belle, Dan Stevens as the Beast, Ewan McGregor as Lumiere, Luke Evans as Gaston, Emma Thompson as Mrs. Potts, Ian McKellen as Cogsworth, Josh Gad as Le Fou, Kevin Kline as Maurice, Stanley Tucci as Cadenza, and Audra McDonald as Garderobe.

wp-1475313218336.png

Review:

Kehidupan yang sedemikian nyaman mestinya membuat Belle puas. Tapi bagaimanapun, manusia suatu saat pasti dihinggapi kebosanan. Kenikmatan terbesar pun akan memudar jika terus-menerus dikonsumsi, apalagi jika selalu datang dari hal yang sama. Kehidupan macam itu memang membebaskan manusia dari kecemasan, tapi sekaligus meniadakan harapan. (hal 84)

Belle’s life  is so comfortable so it should make Belle satisfied. But unfortunately, man someday surely seized with boredom. The great pleasure will fade if constantly consumed, especially if it’s always coming from the same thing. The kind of life is indeed free people from anxiety, but at the same time negating expectations. (ph 84)

Beauty and The Beast oleh Madame de Villeneuve adalah klasik favorit saya.
Saya biasanya merasa bosan ketika membaca klasik karena sebagian besar buku-buku klasik yang telah saya baca memiliki alur lambat dan saya tidak tahan dengan buku lambat! Jadi bisa dibilang buku ini adalah pengecualian.
Ceritanya terbagi menjadi dua bagian: Belle dan Beast.
Saya sangat suka bagian Belle. Saya cukup terkejut mendapati dia gadis yang kuat. Dia selalu melihat sisi positif dalam segala hal.

Beauty and The Beast by Madame de Villeneuve is my favourite classiec
I usually feel bored when reading classic since most classic books I’ve read are slow paced and I can’t stand slow paced book, so this one is an exception.
The story break  into two part: Belle and Beast.
I really like the Belle part. I am quite surprise to find out that Belle is really strong girl. She always sees silver lining in everything.

Lihat Ayah, persiapan untuk kematianku jauh lebih meriah, bahkan jika dibandingkan pesta pernikahan raja teragung di dunia! (hal 49)

Nasib buruk yang tampaknya menantiku itu menyembunyikan kebahagiaan yang sepadan (hal 43)

Look Dad, preparation for my death far more lively, even when compared to a wedding party’s the greatest king in the world! (P 49)

Bad luck apparently waiting for it to hide the happiness equivalent (page 43)

Setelah membaca buku ini, saya akhirnya mengerti mengapa Emma watson mengatakan bahwa Belle adalah karakter feminis.

After reading this book, I finally understood why Emma Watson said that Belle is feminist heroine.

Btw, saya sedih untuk mengakui bahwa saya tidak suka bagian Beast. Narasi yang terdiri dari banyak telling, bukan tindakan/aksi. Saya merasa seperti sedang membaca verbatim. Bagian Beast mencoba untuk menjelaskan mengapa Beast menjadi Beast dan latar belakang Belle yang sebenarnya. Penjelasannya sangat aneh dan tidak masuk akal dan membuat saya tertawa, bukan marah. “Hahaha Saya tidak percaya ada orang yang berpikir seperti ini.”

Btw, I am sad to said that I did not like the Beast part. The narration consist of a lot of telling, not action. I felt like I was reading verbatim. It tried to explain why Beast became a beast and Belle’s real background. The explanation is so bizzare and illogical and it made me laugh, instead mad/angry. “Hahaha I can’t believe there are person who think like this.”

Secara keseluruhan, cerita terasa segar dan asli.
Kualitas terjemahan benar-benar baik dan cover cantik sekali.
Terima kasih Penerbit Qanita telah menerbitkan versi original Beauty and The Beast.

Overall, The story feel fresh and original.
The translation quality is really good and the cover is such an eye candy.
Thank you penerbit Qanita for publishing this version of Beauty and The Beast.

My rating: 4 of 5 star!

Advertisements

8 thoughts on “Beauty and The Beast by Madame de Villeneuve

  1. aku belum pernah baca buku atau nonton film versi Disney yang jadul itu, tapi aku baca satu artikel di vice.com (kayaknya karena lihat share-an Hana di FB deh) and found out kalo di cerita versi Disney dan live-action yang sekarang ada pergeseran value cerita dari novel aslinya. dituliskan kalo Beast itu sebetulnya sangat membebaskan Belle memilih dan menentukan apa yang ia ingin atau tidak ingin lakukan dan itu adalah value penting dalam kisah ini, tapi Disney membuat karakter Beast menjadi seorang yang somehow superior, otoriter, yang menggeser value kisah legend ini menjadi sekadar kisah seorang perempuan yang jatuh cinta pada makhluk yang tidak tampan.

    is it true? aku penasaran. hehe
    penasaran juga dengan pendapat Hana tentang ini. thanks in advance!

    Like

    • Hm.. hana krg setuju sih sama artikel tsb tapi bikin hana mikir dan membuat Hana melihat sisi berbeda makanya dishare.. Hana niat buat review film beauty and the beast tp blm sempet sampai skrg.. hahahaha.. kalau hana bahas disini jadi spoiler sih kak, ngobrol via wa aja kali ya.. hahah

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s