3 (Tiga) by Alicia Lidwina

3 (Tiga)3 by Alicia Lidwina

My rating: 3 of 5 stars

Jatuh cinta pada pandangan pertama. Itulah yang kurasakan saat melihat cover 3. Mungkin karena menggunakan dua warna favoritku: pink dan biru. Lebih-lebih di bagian depan cover ada kalimat “Ketika kau jatuh cinta… Kau bisa melarangnya, tapi kau tidak bisa menolaknya.”

Waaaah…
Tahu aja aku jatuh cinta sama kamu.
Eits, tapi tunggu sebentar, aku harus cek sinopsisnya dulu.

Selama seseorang masih memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, dia tidak akan bunuh diri. Kecuali jika memang bunuh diri adalah satu-satunya cara mempertahankan apa yang dia perjuangkan.”

Kalimat Hashimoto Chihiro membekas di kepala Nakamura Chidori, bahkan setelah perempuan itu bunuh diri. Apa sebenarnya yang mengubah pandangan hidup Hashimoto sampai dia mengakhiri hidupnya? Mungkinkah karena Nakamura tidak pernah menepati janjinya? Mungkinkah karena Nakamura menyimpan perasaan kepada Sakamoto, yang seharusnya merupakan sahabat mereka?

Setelah tujuh tahun tidak bertemu, Nakamura harus kembali berhadapan dengan masa lalunya. Di antara memori akan persahabatan, janji yang diingkari, impian, dan cinta yang tak berbalas, tersembunyi alasan kepergian Hashimoto yang sebenarnya.

Sinopsinya menarik, aku pun memasukkan 3 ke dalam wish list belanjaku. Terlebih lagi saat kulihat banyak yang memberi bintang 4 untuk novel ini.
Saat membaca prolognya aku merasa tidak salah pilih buku. Suka deskripsi latar dan setting yang digunakan Alicia Lidwina. Aku teringat Ilana Tan saat membacanya, hanya saja Alicia nuasanya suram/kelam seperti Ayu ( Yuu Sasih.) Prolognya layak mendapat bintang 4.

Cerita 3 menggunakan sudut pandang Nakamura. Sahabat Nakamura, Hashimoto Chihiro ditemukan tewas. Polisi menduga bunuh diri meski ada kemungkinan dibunuh sehingga Nakamura pun ditanyai oleh polisi. Sama seperti Nakamura, aku pun bertanya-tanya jika Hashimoto bunuh diri, mengapa? Jika dibunuh, siapa yang membunuh?

Alicia kemudian sedikit membuka masa lalu antara Nakamura dan Hashimoto. Menemukan fakta bahwa Hashimoto kurang disukai oleh penggemar Sakamoto. Sakamoto adalah sahabat laki-laki Nakamura dan Hashimoto. Ceritanya Sakamoto adalah cowok populer. Tapi kemudian mikir kayaknya iri sama sahabat ngga kuat untuk dijadikan motif.

Makin kesini, tokoh baru yang dimunculkan semakin sedikit. Cerita banyak berfokus pada Nakamura, Hashimoto, dan Sakamoto. Nakamura menggambarkan Hashimoto sebagai gadis yang tegar sehingga meragukan kalau dia bunuh diri. Kemudian aku panik sendiri karena asumsi yang kubuat saat membaca 3: Apa jangan-jangan pembunuhnya sang tokoh utama, Nakamura? Please Jangan dong. Aku pernah baca cerita misteri yang membuatku penasaran siapa pembunuhnya, kemudian ternyata pembunuhnya adalah sang tokoh utama dan dia ngga sadar. Aku ngga mau 3 kayak gitu. Atau justru Sakamoto? Tapi kenapa?

Ternyata hal yang membuat aku kaget membaca buku ini adalah ketika muncul adegan dimana Nakamura melarikan diri dari masalah dengan melakukan one night stand. Seriusan, I did not see that coming. Gue shock. Mood gue langsung ngga enak. Bintang buat buku ini jatuh. Ngga nyangka bakal ada adegan itu di buku. Langsung tutup buku dan membuatku melihat cover belakang baru ngeh ada lambang metropop dan tulisan novel dewasa. Yes, I am 23 years old, bisa dibilang dewasa tapi aku ngga nyaman sama hal ini. Kalau kalian ngga nyaman juga, tapi penasaran sama buku ini, kusarankan skip halaman 191-194.

Ending novel 3 juga mengejutkanku, membuatku berpikir.. ternyata ada makna di balik sebuah cover buku..

Hal yang aku pelajari dari novel 3 adalah orang yang terlihat kuat dan tegar juga sebenarnya butuh dikuatkan. Bagaimanapun juga dia manusia biasa, tidak mungkin terus-terusan optimis dan tegar.

View all my reviews

Advertisements