Josh and Hazel’s Guide to Not Dating

40189670Title/Judul:  Josh and Hazel’s Guide to Not Dating
Author/Penulis: Christina Lauren
Publisher/Penerbit: Gallery Books
Number of pages/Jumlah halaman: 309

Synopsis/Sinopsis:

Hazel Camille Bradford knows she’s a lot to take—and frankly, most men aren’t up to the challenge. If her army of pets and thrill for the absurd don’t send them running, her lack of filter means she’ll say exactly the wrong thing in a delicate moment. Their loss. She’s a good soul in search of honest fun.

Josh Im has known Hazel since college, where her zany playfulness proved completely incompatible with his mellow restraint. From the first night they met—when she gracelessly threw up on his shoes—to when she sent him an unintelligible email while in a post-surgical haze, Josh has always thought of Hazel more as a spectacle than a peer. But now, ten years later, after a cheating girlfriend has turned his life upside down, going out with Hazel is a breath of fresh air.

Not that Josh and Hazel date. At least, not each other. Because setting each other up on progressively terrible double blind dates means there’s nothing between them…right?

Hazel Camille Bradford tahu dia sulit ditangani— dan sejujurnya, kebanyakan pria tidak siap menghadapi tantangan ini. Jika pasukan hewan peliharaannya dan keabsurdannya tidak membuat mereka pergi berlari, maka kurangnya filter pada mulutnya (Hazel sering mengatakan hal yang salah pada saat yang sulit). Namun, hal tersebut merupakan kerugian bagi mereka. Hazel adalah jiwa yang baik dan mencari kesenangan yang jujur.

Josh Im telah mengenal Hazel sejak kuliah. Dari malam pertama Hazel dan Josh bertemu— ketika Hazel muntah di sepatu Josh— ketika Hazel mengiriminya email berisi racauan pasca-operasi, Josh selalu menganggap Hazel lebih sebagai tontonan menarik daripada teman sebaya. Tapi sekarang, sepuluh tahun kemudian, setelah pacarnya telah berselingkuh, hidupnya terasa jungkir balik,  dan pergi keluar bersama dengan Hazel terasa angin segar.

Josh dan Hazel tidaklah berkencan. Setidaknya, tidak dengan satu sama lain. Mereka saling menjodohkan satu sama lain dan terlibat dalam kencan buta ganda. Hal tersebut berarti tidak ada apa-apa di antara mereka.. iya kan?

add-to-goodreads

Read More »

Advertisements

Always Never Yours

AlwaysNever_BOM_4p.inddTitle/Judul: Always Never Yours
Author/Penulis: Emily Wibberley, Austin Siegemund-Broka
Number of pages/Jumlah halaman: 336
Publisher/Penerbit: Speak

Synopsis/Sinopsis:

Shouldn’t a girl get to star in her own love story?

Seventeen-year-old Megan Harper is about due for her next sweeping romance. It’s inevitable—each of her relationships starts with the perfect guy and ends with him falling in love . . . with someone else. But instead of feeling sorry for herself, Megan focuses on pursuing her next fling, directing theater, and fulfilling her dream college’s acting requirement in the smallest role possible.

So when she’s cast as Juliet (yes, that Juliet) in her high school’s production, it’s a complete nightmare. Megan’s not an actress, and she’s used to being upstaged—both in and out of the theater. In fact, with her mom off in Texas and her dad remarried and on to baby #2 with his new wife, Megan worries that, just like her exes, her family is moving on without her.

Then she meets Owen Okita, an aspiring playwright inspired by Rosaline from Shakespeare’s R+J. A character who, like Megan, knows a thing or two about short-lived relationships. Megan agrees to help Owen with his play in exchange for help catching the eye of a sexy stagehand/potential new boyfriend. Yet Megan finds herself growing closer to Owen, and wonders if he could be the Romeo she never expected.

In their fresh and funny debut, Emily Wibberly and Austin Siegemund-Broka break down the high school drama to find there’s always room for familial love, romantic love, and—most importantly—self-love.

Bukankah seharusnya seorang gadis bisa membintangi kisah cintanya sendiri?

Megan Harper, yang berusia 17 tahun, bersiap jatuh cinta pada hubungan cinta berikutnya. Tidak dapat dielakkan — setiap hubungannya dimulai dengan pria yang sempurna dan berakhir dengan pria tersebut jatuh cinta. . . dengan orang lain. Namun alih-alih merasa kasihan pada dirinya sendiri, Megan fokus pada mengejar kisah cinta berikutnya, menyutradarai teater, dan berusaha berakting dalam peran kecil untuk memenuhi persyaratan pendaftaran perguruan tinggi impiannya.

Jadi ketika dia ternyata mendapat peran sebagai Juliet (ya, Juliet yang itu) dalam pentas teater SMA-nya. Hal ini benar-benar mimpi buruk baginya. Megan bukan seorang aktris, dan dia biasanya dikalahkan — baik di dalam maupun di luar teater. Ibunya meninggalkan dirinya dan kemudian pindah Texas. Ayahnya telah menikah lagi saat ini dan sedang menanti bayi ke-2 beserta dengan istri barunya. Megan khawatir bahwa, seperti para mantannya, keluarganya juga akan meninggalkannya.

Kemudian Megan bertemu Owen Okita, seorang penulis naskah drama yang terinspirasi oleh Rosaline dari Shakespeare R + J. Karakter Rosaline seperti Megan, tahu satu atau dua hal tentang hubungan singkat. Megan setuju untuk membantu Owen dengan naskahnya dengan syarat Owen membantu Megan mendapatkan pacar baru. Namun Megan mendapati dirinya semakin dekat dengan Owen, dan bertanya-tanya apakah Owen justru bisa menjadi Romeo yang tidak pernah dia duga.

Dalam debut segar dan lucu, Emily Wibberly dan Austin Siegemund-Broka menuturkan drama remaja SMA yang menyadarkan bahwa selalu ada ruang untuk cinta keluarga, cinta romantis, dan — yang paling penting — cinta-diri.

add-to-goodreads
Read More »