Kesetiaan Mr. X / Devotion of Suspect X

31142330

Judul/Title: Kesetiaan Mr. X/ The Devotion of Suspect X/Yogisha X No Kenshin (Detective Galileo #3)
Penulis/Author: Keigo Higashino
Alih bahasa/Translator: Faira Ammadea
Editor: Dessy Harahap
Ilustrasi sampul/ Cover Illustrator: martin_twentyI@yahoo.co.id
Penerbit/Publisher: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman/Pages: 320

Sinopsis/Synopsis:

Ketika si mantan suami muncul lagi untuk memeras Yasuko Hanaoka dan putrinya, keadaan menjadi tak terkendali, hingga si mantan suami terbujur kaku di lantai apartemen. Yasuko berniat menghubungi polisi, tetapi mengurungkan niatnya ketika Ishigami, tetangganya, menawarkan bantuan untuk menyembunyikan mayat itu.

Saat mayat tersebut ditemukan, penyidikan Detektif Kusanagi mengarah kepada Yasuko. Namun sekuat apa pun insting detektifnya, alibi wanita itu sulit sekali dipatahkan. Kusanagi berkonsultasi dengan sahabatnya, Dr. Manabu Yukawa sang Profesor Galileo, yang ternyata teman kuliah Ishigami.

Diselingi nostalgia masa-masa kuliah, Yukawa sang pakar fisika beradu kecerdasan dengan Ishigami, sang genius matematika. Ishigami berjuang melindungi Yasuko dengan berusaha mengakali dan memperdaya Yukawa, yang baru kali ini menemukan lawan paling cerdas dan bertekad baja.

Yasuko lives a quiet life, working in a Tokyo bento shop, a good mother to her only child. But when her ex-husband appears at her door without warning one day, her comfortable world is shattered.

When Detective Kusanagi of the Tokyo Police tries to piece together the events of that day, he finds himself confronted by the most puzzling, mysterious circumstances he has ever investigated. Nothing quite makes sense, and it will take a genius to understand the genius behind this particular crime…

One of the biggest-selling Japanese thrillers ever, and the inspiration for a cult film, The Devotion of Suspect X is now being discovered across the world. Its blend of a page-turning story, evocative Tokyo setting and utterly surprising ending make it a must-read for anyone interested in international fiction.

add-to-goodreads

Read More »

Advertisements

Rule of Thirds by Suarcani

rule-of-thirds-suarcani

Judul/Title: Rule of Thirds
Penulis/Author: Suarcani
Penyunting/Editor: Midya N. Santi
Penyelaras Aksara/ Proofreader: Mery Riansyah
Perancang Sampul/Cover Designer: Orkha Creative
Penerbit/Publisher: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020334752

Sinopsis/Synopsis:

Apalagi yang paling menyakitkan dalam pengkhianatan selain menjadi yang tidak terpilih?
Demi mengejar cinta Esa, Ladys meninggalkan karier sebagai fotografer fashion di Seoul dan pulang ke Bali. Pulau yang menyimpan kenangan buruk akan harum melati di masa lalu dan pada akhirnya menjadi tempat ia menangis.

Dias memendam banyak hal di balik sifat pendiamnya. Bakat terkekang dalam pekerjaannya sebagai asisten fotografer, luka dan kerinduan dari kebiasaannya memakan apel Fuji setiap hari, juga kemarahan atas cerita kelam tentang orang-orang yang meninggalkannya di masa lalu. Hingga dia bertemu Ladys dan berusaha percaya bahwa cinta akan selalu memaafkan.

Ini kisah tentang para juru foto yang mengejar mimpi dan cinta. Tentang pertemuan tak terduga yang bisa mengubah cara mereka memandang dunia. Tentang pengkhianatan yang akhirnya memaksa mereka percaya bahwa hidup kadang tidak seindah foto yang terekam setelah mereka menekan tombol shutter .

What is more painful than betrayal besides being left behind?

In pursuit of love, Ladys left her career as a fashion photographer in Seoul and return to Bali. Island that once held bad memories of jasmine fragrant in the past and eventually became a place that made she cry.

Dias harbored a lot of things behind his silence. Unfettered talent in his work as a photographer’s assistant, hurt and longing behind his Fuji apple eating habits, as well as anger over people who left him in the past. Until he met Ladys and tried to believe that love will always forgive.

This is a story about the photographers who pursued a dream and love. About unexpected encounters that can change the way they view the world. About betrayal that eventually forced them to believe that life sometimes is not as beautiful as the taken photo after they press the shutter button.

wp-1475313218336.png

Read More »