A Week-Long Journey by Altami N.D.

A Week-Long JourneyA Week-Long Journey by Altami N.D.

My rating: 4 of 5 stars

It’s another don’t-judge-book-by-its-cover book!
Jujur kalau aku pergi ke Toko Buku dan melihat cover novel ini, kemungkinan besar novel ini lewat dari pandangan mataku (tidak kulirik). Covernya simple banget.

Kalau tidak ikutan Wabah Review yang diadakan Mba Putri dan membaca reviewnya Wisata, Tionghoa, Ayam dan Mimpi dalam Novel “A Week-Long Journey” By Altami N.D., sepertinya aku tidak akan mengetahui keberadaan buku ini.

“Kamu kesasar di tempat yang tepat kali, Ling” -Chen Zhang
Well, seperti quotes di atas,hal itulah yang kurasakan mengenai buku ini. Kesasar yang tepat.
Aku bersyukur bisa mengetahui keberadaan buku ini. Alhamdulillah! 😀
Thanks Mba Putri!

Buku ini menceritakan tentang Lina Budiawan (Ling-Ling) yang baru lulus SMA dan memiliki cita-cita sebagai penulis akan tetapi orang tuanya berharap Lina masuk jurusan peternakan IPB dan meneruskan bisnis peternakan ayam keluarga mereka. Bisnis ini sudah bertahan hingga generasi ke-2 dan Lina sebagai generasi ke 3 diharapkan bisa mempertahankan dan melanjutkan kelangsungan bisnis ini.

Ternyata keinginan orang tua Lina dikabulkan! Dia diterima di jurusan peternakan IPB melalui SNMPTN undangan. Ayahnya kemudian memberi Lina tur wisata Macau-Shenzhen-Hongkong selama seminggu penuh. Sayangnya Lina tidak bisa mengganggap tur ini sebagai hadiah mengingat para peserta tur adalah para peternak surabaya, rekan sekaligus kompetitor Ayahnya.

Hidup dalam ekspektasi tinggi orang-orang sangat tidak nyaman, sangat penuh beban, terlebih bila kita tahu kita tidak sebaik yang orang pikirkan tetapi kita tidak punya kekuasaan untuk menghindar. Rasanya cuma terjebak dalam takdir yang mengharuskanku menjadi peternak karena aku anak Pak Hartono. Karena kau generasi ketiga Farm Unggul Maju. Lalu bagaimana kalau aku tidak mau? Bagaimana kalau aku tidak suka? Akankah mereka mengerti? Akankah mereka mengerti kalau aku mencintai menulis lebih dari apapun?

Hal yang aku sukai dari novel ini adalah identitas dan mimpi Lina. Lina adalah Tionghoa Indonesia! Sama sepertiku!
Aku juga memiliki darah Tionghoa karena Ayahku adalah Tionghoa, nama Ayahku Haryanto dan nama Ayah Lina Hartono. Mirip kan?
Hahaha
Aku juga punya mimpi yang sama dengan Lina yaitu menjadi penulis! Membuatku lebih mudah mengidentifikasi diri dengan Lina ketika membaca novel ini.

Hal yang aku tidak duga dari novel ini adalah pergantian sudut pandang Lina menjadi Chen Zang dan Dewi. Kukira novel ini akan konsisten menggunakan sudut pandang Lina hingga akhir namun ternyata di bagian tengah ada pergantian sudut pandang.
Untungnya pergantian sudut pandang ini dilakukan dengan cukup baik sehingga ceritanya tidak menjadi jelek. Aku hanya sempat terkejut.

Di awal cerita, alurnya sempat maju mundur, namun dari tengah hingga akhir konsisten alur maju.
Gaya penceritaanya cukup mengalir.

Tanpa Lina duga, perjalanan tur wisata Macau-Shenzhen-Hongkong selama seminggu mengubah hidupnya. Membuat dia berpikir ulang tentang dirinya, mimpinya dan keluarganya.
Jalan keluar apa yang akhirnya Lina pilih?

Btw, Aku suka pesan-pesan tentang mimpi di dalam buku ini:

Justru idealis sama realistis itu jadi satu, Nik. Ngga dipisah-pisah. Itu namanya mimpi. Bercita-citalah setinggi langit, Nik, seidealis mungkin, terus jadi realitas. Wujudkan mimpimu! Ngga ada orang besar yang mikir realistis, semua berpegang teguh sama idealisme mereka. Pada prosesnya memang nggak gampang, nggak instan, tapi Tuhan nggak mungkin tinggal diam lihat hamba-Nya berusaha. Hasil yang hebat itu memang butuh waktu, Ling.

 

Gila itu buat orang-orang lemah. … Masa mau gila gara-gara nggak tercapai mimpinya? Masa kamu selemah itu? Kamu memangnya sudah berencana buat jadi gila yak kalau ngga kesampaian mimpinya?

 

Kamu itu lebih baik dari apa yang kamu pikirkan. Kamu nggak sehebat ketika orang memujimu tetapi juga kamu nggak seburuk ketika orang lain meremehkanmu, kata motivator siapa itu? Merry Riana! … Percaya aja sama dirimu sendiri. Banyak orang pengin jadi sepertimu. Kalau mau jadi orang hebat itu memang susah, nggak semudah membalikkan tangan, tapi ya nggak sesulit memindahkan gunung

 

Semakin tinggi pohon kan semakin kencang anginnya. Semua orang juga ingin menjadi yang terbaik, tapi kualitas moral mereka menentukan cara yang akan mereka tempuh. Kotor atau bersih …

 

Kamu pesimis, Ling. Aku pernah bilang kan, Cuma orang-orang biasa yang berpikir mainstream. … Sesuatu yang belum ditemukan orang-orang sebelum aku. Disitu juga aku menemukan peluang. Sekarang yang harus kamu lakukan adalah… mengubah cara pandangmu terhadap sesuatu dan menangkap peluang.

Buat yang mencari buku young adult tentang mengakomodasi keinginan orang tua dan cita-cita kita, aku merekomendasikan untuk membaca novel ini! 😀

Mimpi itu tentang perjuangan, cerita, dan cinta. Manusia memiliki mimpi yang beragam. Hanya orang tegar yang akan mendapatkan mimpi, idealisme dan keteguhan. Ada yang bilang idealisme sering terbentur realitas. Idealisme tidak mungkin terwujud kalau realitas tidak mendukung. Karena itulah dunia memerlukan orang-orang yang bisa menyatukan idealisme dan realita. Ketika dua hal yang tampaknya berbeda itu menyatu, kita bisa menyebutnya mimpi yang menjadi kenyataan.

 

Review ini diikutsertakan dalam East Asia Reading Challenge 2016 

Advertisements

2 thoughts on “A Week-Long Journey by Altami N.D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s