Rosie Project by Graeme Simsion (Don Tilman #1)

rosie projectJudul : The Rosie Project (Don Tillman #1)
Penulis : Graeme Simsion
Penerjemah : Dharmawati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : pertama, Oktober 2015
Jumlah halaman : 368

Sinopsis:

Cinta seharusnya bukan ilmu eksakta. Namun, tak ada yang pernah bilang begitu kepada Don Tillman, profesor genetika ganteng berumur 39 yang tak pernah mengalami kencan kedua. Maka,
dia pun menciptakan Proyek Istri, suatu survei ilmiah untuk menemukan mitra hidup yang tepat.

Kemudian datanglah Rosie—“wanita yang paling tidak sesuai”. Tanpa dinyana, Rosie mampu mengguncang dunia Don yang aman dan teratur, dan mengubahnya menjadi sesuatu yang mirip chaos. Jadi, apakah gerangan perasaan asing yang menggelisahkan hati Don ini?

Review:

My rating: 4 of 5 stars

Pesan yang aku sukai dari buku dengan genre romance adalah untuk jujur menjadi dirimu, menerima kekurangan dan kelebihanmu, dan di akhir, kau akan menemukan cinta atau seseorang yang tepat untukmu. Pesan tersebut kembali aku temukan dalam novel Rosie Project.

Tokoh utama kita, Don Tilman, professor genetik yang diduga seorang Asperger (dalam DSM V, Asperger sudah dihapus dan dimasukkan ke dalam autism spectrum disorders/ASDs) sudah membuang jauh-jauh pikiran tentang mencari istri, mengingat selama ini kisahnya berakhir di kencan pertama. Jika kencan kedua saja tidak dia alami, bagaimana mungkin mendapat Istri.

Namun anggapan yang selama ini dipegang Don diguncang oleh pernyataan temannya, Daphne: “kau (Don) akan menjadi suami yang hebat bagi seseorang”.
Don sempat tertegun selama beberapa saat. Menurut Daphne, ada seseorang untuk semua orang. Don pun mengakui secara statistik, argumentasi Daphne hampir benar.

Mengingat sejarah hidupnya ditolak banyak wanita, Don masih tak percaya. Daphne pun terus berkeras bahwa Don bisa menemukan pasangan yang cocok dan menikmati tingkat kebahagiaan seperti yang Daphne alami. Akhirnya, Don pun mulai luluh.

Dimulailah pencarian Don mencari istri “Proyek Istri” dibantu temannya Gene dan istrinya Claudia, keduanya psikolog. Don memakai kuesioner untuk menyeleksi wanita idaman yang sesuai kriterianya untuk mengefektifkan pencarian.

Kemudian Don dijodohkan sama Rosie oleh Gene. Rosie sebenarnya sudah Don coret dari list sejak kencan pertama mereka tapi Rosie meminta tolong Don untuk mencari tahu ayah kandungnya, dan mulailah mereka berdua bersama menjalankan The Father Project (Rosie Project).

Sebenarnya dari judulnya bisa ditebak, Don berakhir dengan siapa. Namun, plot dan karakter dalam Rosie Project ini penuh kejutan, membuatku menikmati membaca kisah ini. Selain itu, karakter-karakter dalam Rosie Project memiliki nama dan sifat yang mudah diingat.

Aku sangat menyukai karakter Don. Dia sangat serius, mengenai jadwal dan bahkan dalam mendengarkan lagu. Karakter Don membuatku memahami diriku dan teman-temanku. Aku merasa dapat menemukan diriku dalam Don. Aku juga sering melakukan segala sesuatu dengan serius. Aku mendapati diriku tertawa Saat Don terlalu serius. Jujur, Don malah jadi lucu. Reaksi Don tidak terduga soalnya. Membaca Don membuatku memahami mengapa teman-temanku menertawakan tindakan dan ucapan seriusku.

Hal yang paling keren dari novel ini adalah Graeme Simsion mampu merangkum keseluruhan buku ini pada paragraf pertama Rosie Project:

Aku mungkin sudah menemukan solusi untuk Urusan Istri ini. Sama seperti banyak terobosan ilmiah lainnya, setelah ditengok ke belakang jawabannya ternyata sangat jelas. Tapi kalau bukan karena serangkaian peristiwa yang tidak terencana, bisa jadi aku tidak menemukannya (Don Tilman, halaman 7).

Saat membaca, kau akan menyadari bahwa paragraf pertama telah merangkum keseluruhan cerita dengan sangat baik.

Rosie Project adalah buku yang mampu membuatmu merenung, tertawa dan menangis (terharu)! 😀 Aku sangat merekomendasikannya untuk dibaca!

P.S. : Buku ini direkomendasikan juga oleh Bill Gates sebagai Summer Reading 2014. Jadi tunggu apa lagi, yuk baca The Rosie Project! 😀

Advertisements

3 thoughts on “Rosie Project by Graeme Simsion (Don Tilman #1)

  1. Salut iih sama Hana yg konsisten membaca.. jadi sedih kalo inget aku dulu waktu sekolah seneng banget sama membaca, tapi sekarang udah lama ga ada “me time” lewat membaca hehe.. nanti coba aah mau baca buku-buku yg direkomendasiin..

    Liked by 1 person

    • Ya, alhamdulillah mba Indah, Hana masih diberi kesempatan me time untuk membaca.. I feel you Mba.. Waktu kuliah, hana juga jarang baca buku selain buku kuliah.. Amin.. semoga bisa menemukan me time untuk membaca 😀

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s